karya kita

karya kita

Rabu, 15 Juni 2011

KONSEP MUTU


1. Kualitas
-> teori total cuality manajemen, mekanisme (PDCA) yaitu pengembangan mutu
2. produktiviti
-> ukuran waktu (just in time) tepat waktu
3. ICT, menggunakan teori six sigma (cara untuk fariasi)
-. memperbaiki dan mengurangi fariasi
-> mengukur cacat
> difiniti
> menifes
> analisis
> imprus
> control

pengantar ilmu manajemen individu


1.KORDISKA merupakan unit kegiatan mahasiswa IAIN yang kelahirannya diprakarsai oleh BKPM unit Koordinasi Kegiatan Pelayanan Masyarakat (UKKPM) pada tanggal 19 November 1989. Kehadiran Kordiska dilatarbelakangi oleh kegelisahan dan keprihatinan akan belum adanya kegiatan kemahasiswaan (secara kelembagaan) yang secara aplikatif langsung bersinggungan dengan masyarakat.

Sebagai unit kegiatan kemahasiswaan, orientasi KORDISKA diarahkan untuk menj aring potensi mahasiswa dan memberikan alternatif penyelesaian permasalahan umat dalam berbagai bentuk kegiatan yang nyata, dan pada akhirnya mampu menciptakan iklim yang kondusif, ilmiah dan dinamis dalam keberagamaan masyarakat. Oleh karena itu prioritas kegiatannya diletakkan pada upaya peningkatan intelektualitas dan profesionalisme bidang dakwah dengan penguatan wacana keislaman dan skill managerial para kadernya melalui pelatihan-pelatihan, ketrampilan retorika dan jalinan kerja sama untuk mendampingi kegiatan keagamaan masyarakat.
2.LPM ARENA adalah satu di antara 300-an organisasi pers mahasiswa Indonesia. Usianya terbilang tua dan telah mendapat apresiasi cukup luas. Di dalam negeri, ARENA diakui sebagai salah satu elemen dan basis gerakan mahasiswa yang pro demokrasi, di samping sebagai kelompok aktifis pers-jurnalis.

Sementara pengakuan dari masyarakat internasional antara lain datang dari University of Malaya-Malaysia, Cambridge University Australia, sebuah universitas di Kanada, dan International Federation of Journalist (IFJ) melalui keanggotaan sebagian kru Arena dalam The Alliance of Independent Journalist (AJI).

Dalam perjalanannya ARENA sempat tersandung batu kekuasaan. Kopkamtib pernah melarang ARENA terbit selama 8 bulan karena dianggap mengipasi suasana panas menjelang sidang MPR tahun 1978, dan dalam tahun yang sama DEMA dibubarkan dari Perguruan Tinggi di Indonesia. Pembubaran ini mengancam keberlangsungan ARENA yang waktu itu masih dalam koordinasi DEMA.

3.Paduan Suara GITA SAVANA
Gita Savana merupakan organisasi kemahasiswaan yang berada di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta yang bergelut dalam seni paduan suara. Pada awalnya UKM ini merupakan bagian dari UKM Orseni (Olah Raga dan Seni) dengan nama Keluarga Besar Paduan Suara Mahasiswa (KBPSM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Setelah tiga tahun perjalanan KBPSM dan terjadi dua kali pergantian kepengurusan, akhirnya KBPSM berubah status menjadi UKM tersendiri menjadi PSM (Paduan Suara Mahasiswa). Perubahan status ini secara resmi terjadi pada tanggal 19 April 1999 yang ditanda tangani dengan Surat Keputusan Rektor UIN Sunan Kalijaga No. 49 tahun 1999. Nama Gita Savana yang dipakai sebagai identitas UKM PSM ini mengandung arti hamparan nada; dengan arti bahwa UKM PSM merupakan kumpulan suara yang memiliki nada berbeda-beda namun teramu dalam satu lagu menjadi hamparan suara yang teratur dan enak dinikmati.
Setelah dua tahun perjalananannya, UKM PSM ?Gita Savana? mulai mencoba membentuk format yang jelas dan meningkatkan konstruksi seni paduan suara yang lebih terprogram dan terarah yang tidak hanya mampu dipentaskan untuk acara seremonial institut, namun juga layak untuk dipentaskan di luar kampus di hadapan khalayak ramai. Hal ini sesuai dengan visi dan misi berdirinya UKM PSM yang tidak hanya untuk mengembangkan potensi olah vokal paduan suara, namun juga menjadikan paduan suara mahasiswa sebagai konspirasi dan dinamika tabligh syiar Islam melalui seni suara.
Kegiatan rutin UKM PSM Gita Savana yang selama ini berlangsung adalah penampilannya dalam acara-acara seremonial institut seperti dalam penerimaan mahasiswa baru (PMB) setiap tahunnya, dalam acara wisuda, Dies Natalis UIN Sunan Kalijaga, Upacara-upacara dan yang sejenisnya. Lain dari itu, UKM PSM Gita Savana juga menerbitkan Savana news sejak 19 April 2003 sampai sekarang secara berkala setiap 2 bulan sekali.
Selain kegiatan-kegiatan rutin tersebut, UKM PSM Gita Savana juga banyak melakukan pentas yang lain, baik dalam skala lokal maupun nasional; misalnya dalam konser kolaborasi mendukung perdamaian bangsa tanggal 27 Juli 2001 di gedung Siciete Yogyakarta, Pembukaan pameran lukisan ?Asean Spiritual Art' tanggal 27 Juli 2001 di museum Afandi Yogyakarta, Pentas Antar Agama di Auditorium Universitas Duta Wacana Yogyakarta tanggal 22 November 2001, pembuatan video klip untuk acara perdamaian anatar agama yang ditayangkan Indosiar tanggal 10 Maret 2002, dan berbagai pentas serta
4.UKM AL-MIZAN
Organisasi ini terdiri atas 5 devisi,yaitu,,,
1.devisi sholawat
2.devisi tafsir
3.devisi tahfidz
4.devisi kaligrafi
5.devisi tilawah
VISI:TERCIPTANYA MASYARAKAT KAMPUS YANG BERWAWASAN DAN BERJIWA QURANI
MISI:AKTUALISASI NILAI-NILAI ALQUR’AN
seang rasanya bisa main ke SC dan bertanya tanya tentang UKM2 yang belun saya ketahiui,,,,,,

Jumat, 25 Maret 2011

kordiska

KORDISKA merupakan unit kegiatan mahasiswa IAIN yang kelahirannya diprakarsai oleh BKPM unit Koordinasi Kegiatan Pelayanan Masyarakat (UKKPM) pada tanggal 19 November 1989. Kehadiran Kordiska dilatarbelakangi oleh kegelisahan dan keprihatinan akan belum adanya kegiatan kemahasiswaan (secara kelembagaan) yang secara aplikatif langsung bersinggungan dengan masyarakat.

Sebagai unit kegiatan kemahasiswaan, orientasi KORDISKA diarahkan untuk menj aring potensi mahasiswa dan memberikan alternatif penyelesaian permasalahan umat dalam berbagai bentuk kegiatan yang nyata, dan pada akhirnya mampu menciptakan iklim yang kondusif, ilmiah dan dinamis dalam keberagamaan masyarakat. Oleh karena itu prioritas kegiatannya diletakkan pada upaya peningkatan intelektualitas dan profesionalisme bidang dakwah dengan penguatan wacana keislaman dan skill managerial para kadernya melalui pelatihan-pelatihan, ketrampilan retorika dan jalinan kerja sama untuk mendampingi kegiatan keagamaan masyarakat.

Sebagai sebuah media transformasi sosial, KORDISKA memposisikan dirinya sebagai mitra dampingan masyarakat dengan kejelian membaca dan memetakan persoalan sosial dari dengan menjunjung tinggi perbedaan dan pluralitas yang menggejala dalam masyarakat. Dengan jargon Dakwah Transformatif Berwawasan Kebangsaan, KORDISKA berusaha mengibarkan bender,­kemanusiaan daz menghargai pluralita manusia. Visi KORDISKA sendiri adalah terbentuknya masyarakat yang toleran dan humanis dalam beragama, berbangsa dan bernegara; sementara misinya adalah menginternalisasikan dan mentransformasikan nilai-nilai Islam untuk mewujudkan manusia berdaya yang bisa membawa dirinya secara independen untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang humanis.

Aktifitas KORDISKA secara umum terpolakan menjadi dua bidang, yaitu sebagai laboratorium dakwah dan sebagai pusat dakwah. Untuk menyukseskan kegiatan-kegiatannya, KORDISKA membentuk kantong-kantong pengelolaan yang berupa: Pengembangan Sumber Daya Warga (PSDW), Lembaga Studi Islam Pembebasan (L-SIP), Penerbitan, Bank da”i, Anak Asuh dan Pendampingan Desa. Pengiriman da’i dan melakukan kajian-kajian keislaman merupakan kegiatan rutin KORDISKA. Sementara itu, pembinaan dan penyantunan anak asuh telah dilakukan dengan membina dan menyantuni akan-anak dari keluarga kurang mampu di sekitar wilayah IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta (Sapen, Gajah Wong, Papringan, dan Nologaten) dalam bentuk pendidikan TPA, beasiswa, perlengkapan sekolah dan lain-lain. Sedangkan dalam hal pendampingan desa, KORDISKA sudah memulai usaha ini dengan membuka desa dampingan baru di daerah Babadan Bantul, Yogyakarta.

Selain itu, KORDISKA juga menerbitkan buletin Jum”at KINASIH yang terbit setiap Jum”at yang berfungsi sebagai sosialisasi dan transformasi wacana yang diusung oleh KORDISKA. Buletin ini disebarkan di masjid-masjid, halaqah-halaqah keagamaan dan juga lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Yogyakarta.

mapalaska

MAPALASKA (Mahasiswa Pecinta Alam IAIN Sunan Kalijaga) adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa dalam bidang kecintaan alam dan pengembangan masyarakat serta kajian dan pembelaan lingkungan. MAPALASKA ini didirikan tanggal 27 Februari 1981 dengan nama MAPALA SUKA (Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Kalijaga) di Puncak Gunung Lawu. Dalam perkembangan selanjutnya nama MAPALA SUKA kemudian diganti dengan MAPALASKA (Mahasiswa Pecinta Alam IAIN Sunan Kalijaga) dengan alasan lebih akrab didengar dan ditetapkan pada musyawarah Anggota (Musyta) IV MAPALASKA didirikan sebagai organisasi yang terlepas dari unsur politik, berkegiatan di tengah masyarakat sambil berpetualang dan peduli lingkungan sebagai pedoman berkegiatari secara khusus. Organisasi ini berkegiatan dalam bidang :

1. pendidikan, sosialisasi dan kajian lingkungan,

2. penyeimbangan sumber daya masyarakat melalui pendampingan,

3. olah raga alam bebas,

4. ecotourism.

Selama lebih dari 20 tahun usianya, MAPALASKA telah turut berpartisipasi dalam berbagai event dan momentum kegiatan, baik itu sebagai penyelenggara maupun peserta; baik dalam ingkat lokal, regional, nasional maupun internasional; dalam berbagai bidang adventure, pelestarian lingkungan hidup, sosial, budaya dan kemasyarakatan.

Dalam menyukseskan program dan visi-misinya, MAPALASKA juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan instansi dalam berbagai kegiatan. Diantara lembaga dan instansi tersebut antara lain adalah Departemen Agama, Kementrian Lingkungan Hidup, Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka Jogjakarta, Komunitas Pecinta Alam Pemerhati Lingkungan (KAPPALA) Indonesia, SEKBER Perhimpunan Pecinta Alam DIY, Badan SAR daerah (BASARDA) DIY, DPRD DIY, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Dana Mitra Lingkungan Hidup Indonesia (DML), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pengda DIY, Dinas Perkebunan dan Konservasi Tanah (PKT) Sleman, Warung Komunikasi Peduli Lingkungan Hidup (Warkoplih) DIY, dan lain sebagainya.

arena

LPM ARENA adalah satu di antara 300-an organisasi pers mahasiswa Indonesia. Usianya terbilang tua dan telah mendapat apresiasi cukup luas. Di dalam negeri, ARENA diakui sebagai salah satu elemen dan basis gerakan mahasiswa yang pro demokrasi, di samping sebagai kelompok aktifis pers-jurnalis.

Sementara pengakuan dari masyarakat internasional antara lain datang dari University of Malaya-Malaysia, Cambridge University Australia, sebuah universitas di Kanada, dan International Federation of Journalist (IFJ) melalui keanggotaan sebagian kru Arena dalam The Alliance of Independent Journalist (AJI).

Dalam perjalanannya ARENA sempat tersandung batu kekuasaan. Kopkamtib pernah melarang ARENA terbit selama 8 bulan karena dianggap mengipasi suasana panas menjelang sidang MPR tahun 1978, dan dalam tahun yang sama DEMA dibubarkan dari Perguruan Tinggi di Indonesia. Pembubaran ini mengancam keberlangsungan ARENA yang waktu itu masih dalam koordinasi DEMA.

Pada tahun 1988 Pangdam IV Diponegoro turun tangan, Pemimpin Umum ARENA waktu itu, Imam Aziz, mendapat teguran keras berkenaan dengan reportase ARENA Nomor 1 Tahun 1988 tentang Waduk Kedung Ombo yang saat itu belum dilirik pers umum. Lalu pada penerbitan ARENA No. 2/1988 pihak rektorat memaksa ARENA untuk memblok dua halaman tulisan Arief Budiman tentang ketimpangan regenerasi ORBA. Guncangan kembali melanda ARENA saat No. 1/1993 mengangkat Bisnis Keluarga Presiden sebagai laporan utamanya. Akhirnya tanpa kompromi rektor IAIN Sunan Kalijaga saat itu membredel majalah ARENA dengan SK No. IN/I/R/PP003/93 tertanggal 18 Mei 1993. Pembredelan ini menyulut aksi solidaritas dari berbagai kalangan, meskipun tidak mendapat tanggapan yang positif. Akhirnya ARENA baru bisa terbit lagi dengan biaya sendiri tahun 1995 dengan laporan tentang Kilang Minyaknya Probosutedjo di Probolinggo-Jawa Timur. Edisi ini pun sempat mendapat teguran pihak Rektorat. Ketegangan antara ARENA dan Rektorat ini akhirnya mencair setelah tuntutan Rektor dipenuhi ARENA dengan mengubah nama, struktur dan keorganisasian ARENA.

Meskipun banyak mengalami hambatan dan ujian, namun semua itu tidak menjadikan tradisi menulis dan kekritisan pengelolanya surut. ARENA pernah menjadi juara pada lomba penerbitan pers mahasiswa se Indonesia yang diselenggarakan ISAI (1977) dan dalam era puncaknya pernah menjadi majalah bulanan mahasiswa dengan oplah 5000 eksemplar (1975-1977), bahkan Gunawan Mohammad pun menjuluki ARENA sebagai TEMPO Kecil (1977) .

Sebagai lembaga pers mahasiswa, ARENA membawa misi sebagai media komunikasi antar mahasiswa, penuh kreasi, pembawa aspirasi mahasiswa dan sebagai media kontrol. Oleh karena itu, ARENA senantiasa berpegang pada cita-cita Perguruan Tinggi selaku pusat pemberdayaan masyarakat dan sumber daya manusia.

Untuk merealisasikan misi diatas, ARENA menerbitkan beberapa media, diantaranya: Majalah ARENA ”Kancah Pemikiran Alternatif”, Newsletter SLILIT ”Jelas dan Mengganjal”, Jurnal KANCAH ”Arena Berpikir Kreatif, serta buku-buku tentang jurnalistik dan gerakar mahasiswa.

Di samping itu, untuk mencapai target sumber daya manusia yang dinamis, kritis dan profesional, maka ARENA juga melaksanakar. pendidikan, pelatihan, pengembangan dan advokasi dengan orientasi kepada pemberdayaan anggota, mahasiswa, dan masyarakat secara umun: Untuk tujuan ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain adalah Training dan pelatihan, Workshop dan Research, Networking (Menjalin Kerjasama dengan Organisasi Lain), Serta Diskusi Rutin dan Bedah Buku

gita savana

gita savana uin

Paduan Suara GITA SAVANA
Gita Savana merupakan organisasi kemahasiswaan yang berada di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta yang bergelut dalam seni paduan suara. Pada awalnya UKM ini merupakan bagian dari UKM Orseni (Olah Raga dan Seni) dengan nama Keluarga Besar Paduan Suara Mahasiswa (KBPSM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Setelah tiga tahun perjalanan KBPSM dan terjadi dua kali pergantian kepengurusan, akhirnya KBPSM berubah status menjadi UKM tersendiri menjadi PSM (Paduan Suara Mahasiswa). Perubahan status ini secara resmi terjadi pada tanggal 19 April 1999 yang ditanda tangani dengan Surat Keputusan Rektor UIN Sunan Kalijaga No. 49 tahun 1999. Nama Gita Savana yang dipakai sebagai identitas UKM PSM ini mengandung arti hamparan nada; dengan arti bahwa UKM PSM merupakan kumpulan suara yang memiliki nada berbeda-beda namun teramu dalam satu lagu menjadi hamparan suara yang teratur dan enak dinikmati.
Setelah dua tahun perjalananannya, UKM PSM ?Gita Savana? mulai mencoba membentuk format yang jelas dan meningkatkan konstruksi seni paduan suara yang lebih terprogram dan terarah yang tidak hanya mampu dipentaskan untuk acara seremonial institut, namun juga layak untuk dipentaskan di luar kampus di hadapan khalayak ramai. Hal ini sesuai dengan visi dan misi berdirinya UKM PSM yang tidak hanya untuk mengembangkan potensi olah vokal paduan suara, namun juga menjadikan paduan suara mahasiswa sebagai konspirasi dan dinamika tabligh syiar Islam melalui seni suara.
Kegiatan rutin UKM PSM Gita Savana yang selama ini berlangsung adalah penampilannya dalam acara-acara seremonial institut seperti dalam penerimaan mahasiswa baru (PMB) setiap tahunnya, dalam acara wisuda, Dies Natalis UIN Sunan Kalijaga, Upacara-upacara dan yang sejenisnya. Lain dari itu, UKM PSM Gita Savana juga menerbitkan Savana news sejak 19 April 2003 sampai sekarang secara berkala setiap 2 bulan sekali.
Selain kegiatan-kegiatan rutin tersebut, UKM PSM Gita Savana juga banyak melakukan pentas yang lain, baik dalam skala lokal maupun nasional; misalnya dalam konser kolaborasi mendukung perdamaian bangsa tanggal 27 Juli 2001 di gedung Siciete Yogyakarta, Pembukaan pameran lukisan ?Asean Spiritual Art' tanggal 27 Juli 2001 di museum Afandi Yogyakarta, Pentas Antar Agama di Auditorium Universitas Duta Wacana Yogyakarta tanggal 22 November 2001, pembuatan video klip untuk acara perdamaian anatar agama yang ditayangkan Indosiar tanggal 10 Maret 2002, dan berbagai pentas serta kegiatan yang lainnya.
Gita savana merupakan satu-satunya cawan ide anak kampus putih yang memulih jalan seni paduan suara sebagai pilihan pelapas dahaga dalam berseni. Dari 16 UKM yang tersebar dalam life space UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Gita Savana pun berhasrat untuk melengkapi ramainya hingar binger kampus putih.
Berawal dari pembentukan sekelompok mahasiswa yang ditangani Komisi UKMIR pada Senat Mahasiswa UIN ( yang pada waktu itu IAIN) Sunan Kalijaga dengan status tidak mengikat secara struktur organisasi, perjalanan paduan suara demi suksesnya Upacara Wisuda Sarjana IAIN Sunan Kalijaga telah dimulai, walaupun tanpa adanya sebuah wadah independen.
Akhirnya pada 19 April 1999, saksi dari kegigihan perjuangan dan lobi yang baik dengan pimpinan Institut (sekarang Universitas) selama berpekan-pekan lamanya, akhirnya pengajuan proposal pengubahan bentuk Organisasi yang sebelumnya bernama Keluarga Besar Paduan Suara Mahasiswa (KBPSM) menjadi UKM mandiri pun diterima pihak rektorat, dan serentak berubah menjadi UKM Paduan Suara Mahasiswa “Gita Savana” IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Wajah ini bertanda syah Surat Keputusan (SK) rector nomor 49 th 1999. Samudra Dahlia adalah ketua pertama setelah resmi menjadi UKM Paduan Suara Mahasiswa “Gita Savana” IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Berikut ini adalah prestasi-prestasi yang telah di capai oleh Gita Savana dan beberapa pementasan selama th 2001-2008:
  1. Pentas pembukaan pameran lukisan “ASEAN Spiritual Art” tanggal 21 Juli 2001, di Museum Affandi Yogyakarta.
  2. Shooting Video Klip acara “Perdamaian Antar Agama”, ditayangkan di Stasiun Indosiar, diselenggarakan bersama Tikar Pandan dan Ashram Gandhi tanggal 10 Maret 2002, di Candi Mendut Magelang.
  3. Konser Love Song “Kusemaikan Bunga-Bunga di Hatimu” , tanggal 20 April 2002, di Auditorium IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
  4. Pentas kolaborasi pembukaan “Jogja Expo Sekaten” bersama ISI Yogyakarta, tanggal 26 Maret 2004 di Km “titik nol” depan kantor pos Maloiboro Yogyakarta.
  5. Juara III Pekan Invitasi Olah Raga, Seni dan Research (PIONIR) Mahasiswa PTAIN Tingkat Nasional, tanggal 11-15 Desember 2004 di IAIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.
  6. Konser Awal Tahun “The Soul of Love” tanggal 18 Januari 2005, di Auditorium IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
  7. Konser Indonesian Muslim Choir(IMC) “ Tiga Dawai Satu Damai” diselenggarakan bersama oleh UKM PSM IAIN Wali Songo Semarang dan UKM PSM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, diselenggarakan di tiga kota, Semarang, Yogyakarta dan Jakarta. Pentas ini didukung oleh PSM UIN Sunan Gunung Djati Bandung, PSM Universitas Muhammadiyah Sukabumi, PSM SBI IAIN Raden Intan Lampung.
  8. Pementasan dalam rangka Borobudur Spiritual Art yang diadakan di Candi Borobudur pada tanggal 27 April 2008
  9. Dan juga Gita Savana Concerto yang diadakan setiap tahun. Hingga kini telah terlaksana hingga Concerto VIII dengan tema “Indahnya Khatulistiwa” pada 2009 kemarin.

UKM AL-MIZAN
Organisasi ini terdiri atas 5 devisi,yaitu,,,
1.devisi sholawat
2.devisi tafsir
3.devisi tahfidz
4.devisi kaligrafi
5.devisi tilawah
VISI:TERCIPTANYA MASYARAKAT KAMPUS YANG BERWAWASAN DAN BERJIWA QURANI
MISI:AKTUALISASI NILAI-NILAI ALQUR’AN
UKM ini lebih memperlakukan manajemen kepada aktifitas,banyak sekali aktivitas yang dilakukan oleh UKM ini,walaupun juga ada kegiatan seperti RAT,rapat harian,dll.
UKM ini bisa digambarkan seperti  sesuatu yang selalu akan dibutuhkan oleh semua orang,karna semua kegiatan didalamnya mengandung unsure keislamianya,dan mengandung pahala bagi yang mengerjakanya,seperti sholawat,tahfidz,dll.
AL-MIZAN ini semua aktifitasnya sangatlah baik untuk mahasiswa.untuk menambah pengalaman dan juga memngembangkan bakat.karna dengan adanya UKM ini,mahasiswa mampu untuk besholawat,menghafal al-qur’an,kaligrafi,tilawah dan mentafsir.jadi UKM ini jelasnya banyak menumbuhkan orang-orang yang berkualitas.
Kelak AL-MIZAN ini,akan berkembang pesat dan tetap diminati mahasiswa,karna ALMIZAN selalu mengikuti lomba-lomba,dan selalu meraih prestasi,jadi untuk semua mahasiswa gakrugi banget gabung di UKM INI,KARNA KEGIATANYA ISLAMI DAN BERSIFAT KESANTRIAN.
PRESTASI;
1.JUARA 2 MTQ NASIONAL antar mahasiswa ,Palembang 2005
2.JUARA 1 fahmil qur’an beregu pada “MTQ kab.sleman.2005”
3.JUARA 2 pada “festifal rebana se DIY.2005
4.JUARA 3  lomba lukis kaligrafi,2008
5.dll
Sayapun (YUNITA FATMA PERTIWI),sudah mengikuti AL-MIZAN  2010 DEVISI SHOLAWAT.

Dalam perjalannya JQH Al-Mizan sampai periode kepengurusan , telah mampu berprestasi dan berhasil mengangkat nama baik UIN Sunan Kalijaga dalam even-even lokal, nasional maupun internasional. Hal ini dibuktikan dengan prestasi-prestasi yang telah diraih anggota organisasi ini yakni sebagai berikut;
VISI “Terciptanya masyarakat kampus yang bernuansa Qur’any” MISI “Membentuk kepribadian mahasiswa yang berakhlak al karimah, berjiwa dan berwawasan Qur’any” Untuk mensukseskan visi dan misi tersebut, JQH Al Mizan sering menyuplai kebutuhan anggotanya akan kegiatan bernuansa Qura`ni dengan mengadakan berbagai kegiatan pendukung selain latihan rutin. Kegiatan-kegiatan tersebut tidaklah menjadi rutinitas semata,
Aktifitas organisasi disusun secara periodis dan sistematis pada setiap satu tahun kepengurusan. Kesepekatan tentang aktifitas apa yang akan dilakukan ditetapkan dalam Rapat Kerja Organisasi pada awal kepengurusan dan dievaluasi pada rapat evaluasi bulanan. Adapun kegiatan yang sifatnya rutinitas tahunan adalah: Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Anggota Baru. Peringatan Hari Lahir Organisasi (MILAD), Musyawarah Tahunan Anggota (MUSYTAG)